Oleh :
Salsabilla Asharnia Priyadini
(B01219050) A2-2
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
2020
ABSTRAK
Interaksi secara harfiah berarti tindakan (action). Interaksi
sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat,
kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Interaksi
sosial terjadi apabila seseorang melakukan kontak sosial atau komunikasi kepada
seseorang lainnya. Kontak sosial merupakan tahap awal pada interaksi, tahap
selanjutnya adalah komunikasi. Komunikasi adalah penyampaian informasi atau
memberikan tanggapan yang akan menghasilkan reaksi, tanpa disadari pada saat
itu seseorang telah melakukan sebuah interaksi. Dalam proses komunikasi,
dikenal adanya unsur komunikator dan komunikan.
Kata Kunci : Interaksi
Sosial, Kontak Sosial, Komunikasi.
PEMBAHASAN
Para ahli mendefinisikan interaksi sosial, sebagai berikut :
1. Homans
(Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu aktivitas yang dilakukan
oleh seseorang diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan
oleh individu lain yang menjadi pasangannya.
2. Herbert
Blumer mendefinisikan proses interaksi sosial adalah pada saat manusia
bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi
manusia.
3. Shaw
mendefinisikan interaksi sosial adalah suatu pertukaran antarpribadi yang
masing-masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dan saling mempengaruhi.
4. Thibaut
dan Kelly mendefinisikan interaksi sosial sebagai peristiwa saling mempengaruhi
satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama.
5. Bonner
(Ali, 2004) mendefinisikan interaksi sosial merupakan hubungan antara dua orang
atau lebih, sikap individu mempengaruhi dan mengubah individu lain.
[Trisni Andayani, Ayu Febryani, Dedi Andriansyah, Pengantar Sosiologi, (Medan : Kita Menulis, 2020), 93]
Pengertian interaksi sosial menurut beberapa ahli tersebut dapat
disimpulkan bahwa, interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara
individu maupun kelompok, dan masing-masing memainkan perannya secara aktif.
Interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.
Pelakunya
lebih dari satu orang.
2. Komunikasi
antara pelaku melalui kontak sosial.
3. Maksud dan tujuan jelas, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan dengan yang diperkirakan pelaku.
4. Dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa akan datang) yang akan menentukan sikap aksi yang sedang berlangsung.
3. Maksud dan tujuan jelas, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan dengan yang diperkirakan pelaku.
4. Dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa akan datang) yang akan menentukan sikap aksi yang sedang berlangsung.
[Tim Sosiologi, Sosiologi 1 Suatu Kajian
Kehidupan Masyarakat SMA Kelas X, (Jakarta : Yudhistira, 2007), 46]
Bentuk-bentuk interaksi
sosial secara umum, terbagi dalam dua yaitu interaksi asosiatif dan interaksi
disosiatif :
1.
Interaksi
Sosial Asosiatif
Interaksi
sosial asosiatif merupakan bentuk interaksi sosial yang menghasilkan kerja sama.
Beberapa bentuk interaksi sosial asosiatif, antara lain yakni kerja sama (cooperation),
akomodasi (accommodation), asimilasi (assimilation), akulturasi (acculturation).
2.
Interaksi
Sosial Disosiatif
Interaksi
sosial disosiatif merupakan bentuk interaksi sosial yang menghasilkan sebuah
perpecahan. Beberapa bentuk interaksi sosial disosiatif, antara lain yakni
persaingan (competition), kontravensi (contravention), pertentangan
atau konflik sosial (sosial opposition or conflict).
Interaksi sosial didasarkan pada beberapa faktor, yakni:
1.
Imitasi
Imitasi adalah tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap,
tindakan, atau tingkah laku, dan penampilan fisik orang lain.
2.
Sugesti
Sugesti adalah pemberian pengaruh pandangan seseorang kepada
oranglain, sehingga orang tersebut terpengaruh tanpa berpikir panjang.
3.
Identifikasi
Identifikasi
merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang
ditiru.
4.
Simpati
Simpati adalah bentuk sikap seseorang yang merasa tertarik kepada
orang lain karena penampilan, kebijaksanaan, atau pola pikirnya.
5.
Empati
Empati adalah perasaan yang menempatkan diri seolah berada di
posisi orang lain yang sedang mengalami suatu perasaan tertentu.
6.
Motivasi
Motivasi adalah sikap semangat atau dorongan positif yang diberikan
antar individu maupun kelompok.
[Mila Saraswati dan Ida Widaningsih, Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII Sekolah Menengah Pertama, (Bandung : Grafindo Media Pratama, 2008), 17]
[Mila Saraswati dan Ida Widaningsih, Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII Sekolah Menengah Pertama, (Bandung : Grafindo Media Pratama, 2008), 17]
KESIMPULAN
Interaksi sosial adalah hubungan yang saling mempengaruhi satu sama
lain berdasarkan faktor imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati, dan
motivasi. Kontak sosial positif dalam interaksi mengarah pada kerjasama
sedangkan kontak negatif mengarah pada pertentangan satu sama lain. Interaksi
sosial memiliki beberapa ciri dan bentuk dalam pelaksanaan tindakannya. Kemampuan
interaksi sosial yang baik dapat dilihat dari perilaku sehari-hari seseorang,
bagaimana ia berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan sosial dan
masyarakat. Interaksi sosial menjadi faktor utama yang dapat membentuk perilaku
seseorang sesuai dengan lingkungannya.
DAFTAR PUSTAKA
Mila Saraswati dan Ida Widaningsih. Be Smart Ilmu Pengetahuan
Sosial Kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Bandung : Grafindo Media
Pratama, 2008.
Tim Sosiologi. Sosiologi 1 Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat SMA
Kelas X. Jakarta : Yudhistira, 2007.
Trisni Andayani, Ayu Febryani, Dedi Andriansyah. Pengantar
Sosiologi. Medan : Kita Menulis, 2020.
