Jumat, 12 Juni 2020

INTERAKSI SOSIAL





Oleh :
Salsabilla Asharnia Priyadini   (B01219050) A2-2
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
 2020 



ABSTRAK

Interaksi secara harfiah berarti tindakan (action). Interaksi sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat, kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Interaksi sosial terjadi apabila seseorang melakukan kontak sosial atau komunikasi kepada seseorang lainnya. Kontak sosial merupakan tahap awal pada interaksi, tahap selanjutnya adalah komunikasi. Komunikasi adalah penyampaian informasi atau memberikan tanggapan yang akan menghasilkan reaksi, tanpa disadari pada saat itu seseorang telah melakukan sebuah interaksi. Dalam proses komunikasi, dikenal adanya unsur komunikator dan komunikan.
Kata Kunci : Interaksi Sosial, Kontak Sosial, Komunikasi.


PEMBAHASAN

Para ahli mendefinisikan interaksi sosial, sebagai berikut :
1. Homans (Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.
2.  Herbert Blumer mendefinisikan proses interaksi sosial adalah pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia.
3. Shaw mendefinisikan interaksi sosial adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing-masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dan saling mempengaruhi.
4. Thibaut dan Kelly mendefinisikan interaksi sosial sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama.
5.  Bonner (Ali, 2004) mendefinisikan interaksi sosial merupakan hubungan antara dua orang atau lebih, sikap individu mempengaruhi dan mengubah individu lain.
       [Trisni Andayani, Ayu Febryani, Dedi Andriansyah, Pengantar Sosiologi, (Medan : Kita Menulis, 2020), 93]

Pengertian interaksi sosial menurut beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa, interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu maupun kelompok, dan masing-masing memainkan perannya secara aktif.

Interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
            1.    Pelakunya lebih dari satu orang.
            2.  Komunikasi antara pelaku melalui kontak sosial.
3. Maksud dan tujuan jelas, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan dengan yang diperkirakan pelaku.     
4. Dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa akan datang) yang akan menentukan sikap aksi yang sedang berlangsung.
       [Tim Sosiologi, Sosiologi 1 Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat SMA Kelas X, (Jakarta : Yudhistira, 2007), 46]

Bentuk-bentuk interaksi sosial secara umum, terbagi dalam dua yaitu interaksi asosiatif dan interaksi disosiatif :
1.    Interaksi Sosial Asosiatif
Interaksi sosial asosiatif merupakan bentuk interaksi sosial yang menghasilkan kerja sama. Beberapa bentuk interaksi sosial asosiatif, antara lain yakni kerja sama (cooperation), akomodasi (accommodation), asimilasi (assimilation), akulturasi (acculturation).

2.    Interaksi Sosial Disosiatif
Interaksi sosial disosiatif merupakan bentuk interaksi sosial yang menghasilkan sebuah perpecahan. Beberapa bentuk interaksi sosial disosiatif, antara lain yakni persaingan (competition), kontravensi (contravention), pertentangan atau konflik sosial (sosial opposition or conflict).

Interaksi sosial didasarkan pada beberapa faktor, yakni:
1.    Imitasi
Imitasi adalah tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku, dan penampilan fisik orang lain.
2.    Sugesti
Sugesti adalah pemberian pengaruh pandangan seseorang kepada oranglain, sehingga orang tersebut terpengaruh tanpa berpikir panjang.
3.    Identifikasi
Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru.
4.    Simpati
Simpati adalah bentuk sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan, kebijaksanaan, atau pola pikirnya.
5.    Empati
Empati adalah perasaan yang menempatkan diri seolah berada di posisi orang lain yang sedang mengalami suatu perasaan tertentu.
6.    Motivasi
Motivasi adalah sikap semangat atau dorongan positif yang diberikan antar individu maupun kelompok.
[Mila Saraswati dan Ida Widaningsih, Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII Sekolah Menengah Pertama, (Bandung : Grafindo Media Pratama, 2008), 17]


KESIMPULAN

Interaksi sosial adalah hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain berdasarkan faktor imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati, dan motivasi. Kontak sosial positif dalam interaksi mengarah pada kerjasama sedangkan kontak negatif mengarah pada pertentangan satu sama lain. Interaksi sosial memiliki beberapa ciri dan bentuk dalam pelaksanaan tindakannya. Kemampuan interaksi sosial yang baik dapat dilihat dari perilaku sehari-hari seseorang, bagaimana ia berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan sosial dan masyarakat. Interaksi sosial menjadi faktor utama yang dapat membentuk perilaku seseorang sesuai dengan lingkungannya. 


DAFTAR PUSTAKA

Mila Saraswati dan Ida Widaningsih. Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Bandung : Grafindo Media Pratama, 2008.

Tim Sosiologi. Sosiologi 1 Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat SMA Kelas X. Jakarta : Yudhistira, 2007.

Trisni Andayani, Ayu Febryani, Dedi Andriansyah. Pengantar Sosiologi. Medan : Kita Menulis, 2020.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INTERAKSI SOSIAL

Oleh : Salsabilla Asharnia Priyadini   (B01219050) A2-2 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ko...